Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2015

Assalamualaikum wr. Wb.

Sudah lama ni nggak update, maaf sekali karena agak sibuk dengan pekerjaan. Kali ini saya akan share tentang menyukuri nikmat sakit yang diberikan oleh Allah swt.


Seperti yang kita ketahui kita sebagai manusia, pasti pernah menimpah sakit. Sebenarnya sakit itu adalah sebuah anugrah yang diberikan Allah swt. Kepada kita, sakit itu berkah, namun kebanyakan dari kita semua menyikapi sakit adalah musibah, bahkan kita sering mengeluh jika diberi sakit oleh Allah swt.

Ada sebuah riwayat yang menceritakan tentang Allah swt. Memberikan sakit kepada manusia:

Ada seseorang sebut saja namanya Fita, dia diberi Allah swt sakit. Allah swt. Menyusuh 3 malaikat untuk menemui Fita

Malaikat pertama disuruh untuk mengangkat sari wajahnya
Semua orang pasti tau dan menyadari jika kita diberi sakit pasti wajah kita tampak lesu, loyoh, kurang semangat, itu karena malaikat mengambil sari wajahnya. Begitu juga dengan Fita, yang sehari hariannya nampak ceria, semangat karena diberi Allah sakit, Fita jadi lesu, pucat dan kurang semangat.

Malaikat kedua disuruh untuk mengangkat kekuatannya.
Kalau yang ini juga begitu, semua orang tau, jika kita diberi sakit pasti akan lemas, itu karena Allah swt. Menyuruh malaikat untuk mengambil  kekuatan orang yang sakit. Begitu juga dengan Fita, yang biasanya sangat aktif untuk mengerjakan pekerjaannya dengan cepat, kini dia hanya bisa tidur dan lemas di tempat tidur, tidak bisa mengerjakan pekerjaannya seperti biasanya

Malaikat ketiga disuruh untuk mengangkat dosa –dosanya.
Inilah perbedaan dan kelebihan umat nabi Muhammad saw. Jika Allah memberikan sakit, maka dosa-dosanya akan diangkat olehmalaikat yang disuruh oleh Allah swt.

Itulah yang kita terima jika kita diberi sakit oleh Allah swt. Saat Fita mau sembuh Allah swt. Memanggil ketiga malaikat tersebut

Malaikat pertama: Kembalikan sari wajahnya.....
Fita yang pada saat sakit, terlihat pucat, lesu dan kurang semangat kini sudah sembuh dan nampak ceria di wajahnya, bisa tersenyum dan terlihat sangat manis. Itu karena Allah swt. Telah mengembalikan sari wajahnya yang di angkat saat dia sakit.

Malaikat kedua : Kembalikan kekuatannya....
Fita yang pada saat sakit tidak bisa apa-apa, jangankan untuk berangkat bekerja, untuk bangun pun sangatlah berat, yang awalnya hanya lemas dan tertidur di kamarnya, kini bisa sudah sembuh dan dan bisa beraktivitas seperti biasanya, bisa bekarja dengan giat dan bisa memenuhi target yang diamanahkan kepada dia.

Malaikt ketiga: Apa yang dirasakan oleh Fita saat Aku beri dia sakit. Jika dia mengeluh dan tidak bisa menerima takdirKu, maka kembalikan dosa-dosanya. Dan jika dia tetap bersabar dan selalu bersyukur atas takdir yang Kuberikan, maka jangan dikembalikan dosa-dosanya [Subnallah....]

Rasullah bersabda :
“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”

sabda Rasullah juga :
 

“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.”

Alhamdulillah, ternyata Fita adalah salah satu golongan yang selalu diberi kesabaran dan rasa syukur yang tinggi, sehingga pada saat sakit dia tidak pernah mengeluh, dia tetap bersabar bahkan dia tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah swt. Kepadanya, walaupun sakit dia tetap semangat untuk selalu berdoa dan tetep beribadah kepada Allah swt.

Jelas, bukan semua muslim jika sakit dosa-dosanya dihapus Allah swt.  Hanya orang-orang yang bersabar dan penuh rasa syukur kepada Allah lah yang benar-benar dihapus dosanya.

Oleh karena itu, jika kita menjenguk atau mendoakan keluarga, saudara, teman atau umat muslim lainnya, hendaknya kita mendoakan untuk bersabar terlebih dahulu setelah itu baru kita doakan semoga lekas sembuh

Wallahua’lam


Semoga kita dikumpulkan dengan orang-orang yang selalu bersabar dan selalu bersyukur atas apa yang kita terima dari Allah swt. Amiiiinn..............

Rabu, 18 Februari 2015

Assalamualaikum wr. wb.

Hai saudara, kali ini saya akan share tentang ayat-ayat sajdah. Insya Allah saudara saudara sudah ada yang tau, saya akan mengingatkan ayat-ayat ini saja, ayat sajdah terdapat 15 ayat di dalam Al Qur'an. Berikut adalah ayat-ayat sajdah:


1. Q.S. Al-A’raf: 206

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

"Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud."

2. Q.S. Ar-Ra’du: 15

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari."

3. Q.S. An-Nahl: 50

يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)."

4. Q.S. Al-Isra’: 109

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعً
“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu´.”

5. Q.S. Maryam: 58

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ 

إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّ

"Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis."

6. Q.S. Al-Hajj: 18

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

"Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."

7. Q.S. Al-Hajj: 77

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, ruku´lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan."

8. Q.S. Al-Furqon: 60

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab: "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).”

9. Q.S. An-Naml: 26

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

"Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ´Arsy yang besar".

10. Q.S. As-Sajdah: 15

نَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ 

"Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong."

11. Q.S. Sad: 24

قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ

"Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat."

12. Q.S. Fussilat: 38

فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ

"Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu."

13. Q.S. An-Najm: 62

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا 

"Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)."

14. Q.S. Al-Insyiqaq: 21

وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ

"Dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,"

15. Al-‘Alaq: 19

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

"Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)."


Selasa, 17 Februari 2015

Assalamualaikum wr. wb.


Hai kaum muslimin.... kalau diliat dari judul postingan kali ini, insya Allah banyak saudara-saudara yang sudah mengerti dan faham tentang bacaan saktah. Saya menyebutkan bacaan saktah ini rahasia, karena bacaan saktah ini cuma ada 4 ayat saja di dalam kitab Al Qur'an. Saktah dalam bahasa arab artinya mencegah, menurut istilah, saktah adalah memutuskan suatu kalimah tanpa bernafas. Dalam Qiro'ah imam hafs, Saktah hanya terdapat pada 4 tempat yaitu : 
1. Surat al kahfi pada ayat 1, yaitu pada lafazh : يجعل له عوجا (سكتة)  قيما ليندز 
2. Surat yasiin ayat 52, yaitu pada lafazh : من مرقدنا(سكتة) هذا ما 
3. Suroh al qiyamah ayat 27, yaitu pada lafazh : وقيل من (سكتة) راق 
4. Suroh al muthofifin ayat 14, yaitu pada lafazh : كلا بل (سكتة) ران

Demikian yang dapat saya sampaikan , semoga kita bisa mengamalkan dan terus mempelajari isi Al Qur'an . Wallahu A'lam

Rabu, 03 Desember 2014

Assalamualaikum wr. wb.
Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad saw)


kali ini saya akan bahas tentang hadist ke dua yang ada di dalam kitab "Mulid Dibaiyah" yang mana di dalam hadist tersebut menerangkan tentang akan adanya nabi akhir zaman dan ciri-cirinya.

Hadits kedua riwayat dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ka’ab Al-Ahbar telah berkata: Ayahku telah mengajarkan kepadaku kitab Taurat hingga tamat, kecuali selembar saja yang tidak diajarkan dan memasukkannya ke dalam peti.

Maka setelah ayahku meninggal, aku membuka peti itu, ternyata selembar kitab Taurat tadi menerangkan tentang akan Iahirnya nabi akhir zaman yang tempat kelahirannya di kota Makkah dan berpindah ke Madinah serta kekuasaannya meluas ke negeri Syam. Beliau mencukur rambutnya dan berkain pada pinggangnya. Beliau adalah sebaik-baiknya para nabi, dan umatnya juga sebaik-baik umat. Mereka bertakbir mengagungkan kebesaran Allah Yang Maha Tinggi atas segala kemuliaan. Mereka berbaris pada waktu sholat sebagaimana barisan mereka di dalam peperangan. Hati mereka merupakan tempat kitabnya. Mereka selalu memuji dalam keadaan duka dan suka.

Sepertiga dari mereka masuk surga tanpa dihisab, sepertiga Iagi datang dengan dosa-dosanya, lalu diampuni. Dan yang sepertiga lainnya datang dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan besar.

Maka Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat: Pergilah dan timbanglah amal perbuatan mereka. Lalu para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, telah kami dapatkan mereka melampaui batas menyia-nyiakan dirinya sendiri dan kami dapatkan amal-amal mereka penuh dari dosa-dosa bagaikan sebesar gunung-gunung. Pada sisi lainnya mereka sungguh bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammnd saw itu adalah utusan Allah.

Sabtu, 13 September 2014


Anak perempuan itu ujian tersendiri bagi kedua orangtuanya. Apalagi hidup di masa banyak fitnah seperti saat ini. Namun, ia juga menjadi lahan pahala besar ketika orangtuanya sanggup mengajarinya menjadi putri shalehah.

Dalam kitab Riyadhus Ash-Shalihin, dikisahkan bahwa Aisyah bertutur, suatu hari aku pernah didatangi seorang wanita miskin sembari menggendong kedua bayinya.

Perempuan itu meminta sesuatu kepadaku. Padahal, aku hanya memiilki satu butir kurma. Aku pun memberikan kurma itu padanya, lalu ia membagi-bagikan kepada putrinya sementara ia sendiri tidak memakan apa-apa darinya.

Aku benar-banar terharu melihat perilaku ibu itu. Aku pun menceritakan apa yang aku lihat itu kepada Rasulullah.

Rasulullah menanggapinya sembari berkata, “Sungguh Allah pasti memasukkan wanita itu ke surga atau ia dibebaskan dari api neraka dengan sebab putrinya-putrinya.”

"Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka" (HR Al-Bukhari no 1418 dan Muslim no 2629)

Berbahagialah seorang ibu yang memiliki anak perempuan lalu ia mengajarinya adab yang baik, akhlak yang luhur, lalu dengan begitu ia mentransfer kesalehannya kepada yang lain.

Subhanallah... 

Semoga yang like dan mengaminkan dibimbing Allah menjadi orang tua yang sholeh/a, keturunannya menjadi penghalang api neraka, dan di akhirat kelak masuk surga firdaus bersama anak dan keluarga tanpa hisab. Aamiin


Sumber : https://www.facebook.com/pages/Ustad-Yusuf-Mansyur/157485294307179?fref=nf

Jumat, 12 September 2014


1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna

Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.

Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat capek masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambarannya.

Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.

Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.

Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)

Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.

Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
  • Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
  • Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
  • Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
  • Lalai dalam melayani suami
  • Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
  • Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
  • Keluar rumah tanpa izin suami
  • Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami

Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.

Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.

Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan

Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.

Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih

Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.

Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.

Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan bertambah.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

6. Mengingkari kebaikan suami

“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.”

Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.

Ajaib !! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?

“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?

Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).

Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!

Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi , apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?

Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.

Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?

Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?

“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)

Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.

Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.

“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan

Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah

Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.

Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta

Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.

Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

10. Kurang menjaga perasaan suami

Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam, dan menyejukkan ketika dipandang suaminya.

Demikian beberapa kesalahan-kesalahan istri yang terkadang dilakukan kepada suami yang seyogyanya kita hindari agar suami semakin sayang pada setiap istri. Semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah.

amin…

sumber : eramuslim.com

Senin, 04 Agustus 2014

Assalamualaikum wr. wb.


Kali ini saya kembali bloging lagi setelah libur hari raya idul fitri. Sebelumnya, penulis mengucapkan minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan bathin. 
Berhubung saat ini adalah suasana lebaran di bulan syawal, saya akan share tentang Keutamaan atau Keistimewaan Bulan Syawal . Banyak sekali keutamaannya, diantaranya sebagai berikut :


Bulan Takbir
Bulan syawal disebut bulan takbair karena seluruh umat Islam di seluruh dunia mengumandangkan takbir untuk menyambut datangnya bulan Syawal. Secara serentak seluruh umat muslim mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk mengagungkan Allah dan bersyukur kepadaNya di hari kemenangan karena telah melakukan perjuangan berat melaksanakan shaum di bulan Ramadhan.

Bulan Kembali ke Fitrah
Syawal adalah bulan kembalinya umat Islam kepada fitrahnya, diampuni semua dosanya, setelah melakukan ibadah shaum Ramadhan sebulan penuh dan zakat fithrah. Kedatangan Syawal membawa kemenangan bagi mereka yang berhasil menjalani ibadah shaum sepanjang Ramadan. Ia merupakan lambang kemenangan umat Islam hasil dari “peperangan” menentang musuh dalam jiwa yang terbesar, yaitu hawa nafsu.

Bulan Silaturahmi
Dibandingkan bulan-bulan lainnya, pada bulan inilah umat Islam sangat banyak melakukan amaliah silaturahmi, mulai mudik ke kampung halaman, sa-ling bermaafan dengan teman atau tetangga, baik melalui kirim SMS, telepon, dan sebagainya. Sungguh Syawal menjadi bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah karena umat Islam menguatkan tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.

Bulan Ceria
Syawal adalah bulan penuh ceria. Di Indonesia bahkan identik dengan hal yang serba baru–baju baru, sepatu baru, perabot rumah tangga baru, dan lain-lain. Orang-orang bersuka cita, bersalaman, berpelukan, tangis bahagia, mengucap syukur terhadap Dzat yang agung, meminta maaf, memaafkan yang bersalah. Keceriaan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, laki-laki perempuan, tua muda, miskin kaya.

Tegur sapa dan doa selalu terucap tatkala bertemu de-ngan keluarga, teman, tetangga mereka. Begitu ba-nyak cinta kasih saling diberikan antar seluruh umat manusia. Pintu saling memaafkan terbuka lebar tersebar di seluruh penjuru bumi, nuansa peleburan dosa, nuansa pencarian makna hidup yang sesungguhnya dapat dirasakan pada saat itu.

Puasa Satu Tahun
Di bulan syawal ini pun sebagian muslim melakukan amaliah shaum sunnah selama enam hari sebagaimana yang ditentukan Rasulullah Saw sebagai kelanjutan shaum di bulan Ramadhan. Sabda Rasulullah SAW;

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Bulan Peningkatan
Yang paling utama di bulan syawal ini adalah peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah di luar bulan Ramadhan.

Syawal sendiri, secara harfiyah, artinya “peningkatan”, yakni peningkatan ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukannya malah menurun atau kembali ke “watak” semula yang jauh dari Islam. Na’udzubillah.

Bulan Pembuktian Takwa
Juga tidak kalah utamanya, setelah Ramadhan berlalu, pada bulan Syawal-lah “pembuktian” berhasil atau tidaknya ibadah Ramadhan, utamanya puasa, yang bertujuan meraih derajat takwa.

Jika tujuan itu tercapai, sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun se-telah Ramadhan.


Senin, 30 Juni 2014

Assalamualaikum wr. wb.

 


Kali ini, saya akan share 4 golongan wanita yang masuk surga :

  1. Wanita yang menjaga diri dari berbuat haram, berbakti pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala, Rasul dan suaminya.
  2. Wanita yang menerima dengan senang hati keadaan serba kekurangan dengan suaminya dan banyak keturunannya serta penyabar.
  3. Wanita yang bersifat pemalu dan bila suaminya pergi ia menjaga diri dan harta suaminya dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perbuatan yang tidak layak.
  4. Wanita yang ditinggal mati suaminya dan mempunyai anak masih kecil lalu menahan dirinya untuk kawin lagi karena ingin mengurus anak-anak dan mendidik serta memperlakukannya dengan baik, dan bersedia kawin lagi, karena khawatir anaknya akan sia-sia/ terlantar.
Semoga wanita yg membaca tulisan ini menjadi wanita shalehah akhir zaman yg di Ridhoi ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala dan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendaki..
 

Aamiin ya Rabbal'alamin...

Rabu, 18 Juni 2014

Assalamualaikum wr. wb.


Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi memaparkan hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an. Di antaranya:

1. Akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

2. Mendapatkan predikat insan terbaik. Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)

3. Mendapatkan pahala akan bersama malaikat di akhirat, bagi yang mahir mambacanya. Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)

4. Mendapatkan pahala dua kali lipat, bagi yang belum lancar. “Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim)

5. Akan diangkat derajatnya oleh Allah Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah saw. bersabda,: “Sesungguhnya Allahswt. akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)

6. Mendapatkan sakinah, rahmat, dikelilingi malaikat, dan dipuji Allah di hadapan makhluk-Nya.

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketengangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)

Subhanallah...

Semoga kita menjadi hamba Allah yang selalu senantiasa membaca Al-Qur'an dan memahami serta mengamalkannya . Amin.....

Demikian dari saya, semoga bermanfaat



Selasa, 17 Juni 2014

Assalamualaikum wr. wb

Kali ini, saya akan share tentang 7 Cara Syetan Menggoda Umat Islam . Saya hanya share ilmu ini yang saya peroleh ketika mengikuti ngaji Online di Masjid Al Akbar pada bulan Ramadhan tahun lalu yang disampaikan oleh Ust. Imam Mawardi. 


Suatu ketika para syetan, jin, ifrid melakukan rapat, dan memperoleh kesimpulan bahwa ada 7 cara syetan menggoda umat islam, cara tersebut adalah sebagai berikut :

1. Mengkafirkan Umat Islam
Cara ini adalah paling kejam, Dengan mengeluarkan umat muslim dari ajaran islam adalah cara yang paling kejam, karena kalau sudah keluar dari ajaran islam, seseorang tersebut tidak akan bisa merasakan nikmat surga. 
Banyak sekali syetan mempengaruhi umat islam untuk keluar dari ajaran islam, diantaranya dengan cara menikahkan seseorang tersebut dengan orang beda agama, dengan begitu orang muslim tersebut hampir pasti akan meninggalkan islam.

2. Dengan Sihir
Cara ini mungkin tidak semua orang bisa terpengaruh, kebanyakan orang-orang terpengaruh adalah orang-orang yang mencari harta atau mencari kekayaan atau jabatan. Kita sering melihat acara-acara di televisi banyak orang mencari jabatan lewat dukun atau dengan ilmu sihir. Seseorang tersebut pasti mau melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya tersebut. Dengan begitu, orang tersebut telah syirik kepada Allah swt. Sementara itu, Syirik adalah dosa paling besar.

3. Menawarkan Dosa-dosa besar
Banyak sekali jenis-jenis dosa-dosa besar yang banyak dilakukan oleh umat islam. Seperti pembunuhan, mencuri bahkan pelecehan seksual. Bukan cuma pada preman-preman saja yang melakukan perbuatan ini, bahkan anak-anak kecil zaman sekarang sudah tidak jarang lagi yang melakukan dosa-dosa besar ini

4. Menawarkan Dosa-dosa kecil
Mungkin kita yang rajin sholat tidak akan melakukan dosa-dosa besar, karna dengan sholat akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Tapi syetan tidak kehabisan cara. dia menawarkan dosa-dosa kecil, seperti melihat orang yang bukan muhrimnya, mendengarkan orang-orang yang menggunjing. Itu adalah beberapa perbuatan yang menimbulkan dosa-dosa kecil. Namun, dengan dosa-dosa kecil tersebut, lama kelamaan akan menjadi dosa besar, karna terlalu sering  melakukannya

5. Dijerumuskan dengan Hal Bid'ah
Insya Allah kita semua tau arti bid'ah. Bida'ah adalah perbuatan atau amalan yang tidak dilkukan oleh Rasullah. Pada saat ini, banyak sekali buku-buku yang meleset dari ajaran syariat, Kalau kita mempelajarinya tanpa guru, kita akan meleset juga dari ajaran syari'at. Dan siapa saja yang beajar tanpa guru orang tersebut akan sesat.

6. Disibukkan dengan hal yang mubah
Mungkin dari 5 perkara diatas kita bisa menjaganya, dengan selalu mengaji, belajar alqur'an dengan guru yang jelas. Namun dengan perkara ini, mungkin kita akan terpengaruh. Contoh saja, Ketika waktu memasuki sholat, seharusnya kita bergegas menuju ke masjid atau mushola, tapi dengan godaan syetan kita akan mementingkan makan dengan alasan lapar atau sebagainya, padahal hukum dari makan sendiri adalah mubah.

7. Disibukkan dengan hal yang sunnah
Kegiatan sunnah sangat dianjurkan dan mendapatkan pahala bagi yang mengerjakan, namun jika meninggalkan hal yang wajib, maka hukumnya berdosa. Contoh : Saat ramadhan, kita terlalu sibuk dengan mencari malam lailatul Qodr. Tapi waktu masuk sholat subuh, kita tertidur dan tidak menjalankan sholat.

Itulah 7 Cara Syetan Menggoda Umat Islam. Bukan dengan hal-hal yang jahat saja, tapi dengan menjalankan hal-hal yang dianjurkan syariat pun tidak menjamin dengan kekuatan iman kita.Oleh karena itu, kita selalu berdoa, supaya diberikan iman yang kuat, sehingga tidak mudah tergoda oleh godaan syetan. 

Demikian dari apa yang saya share, semoga bermanfaat buat kita semua. Amiiinnnn..
Hanya Allah maha mengetahui








Minggu, 01 Juni 2014

Assalamualaikum wr. wb.

Saat ini, saya akan share tentang Ciri - ciri Istri Yang Dekat Dengan Surga. Berikut ini adalah ciri-cirinya :

  1. Seorang Isteri yang menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa laki-laki (suami) adalah pemimpin kaum wanita..
  2. Seorang Isteri yang menyadari bahwa kedudukan suami itu satu tingkat lebih tinggi jika dibandingkan dengan isteri..
  3. Seorang Isteri yang selalu ta'at dan penuh hormat kepada suami selama bukan diajak dalam hal kemaksiatan(durhaka kepada ALLAH)..
  4. Seorang Isteri yang tetap berpegang teguh menjaga kehormatan dirinya dan yang tidak mau keluar rumah dengan se'enaknya sendiri tanpa izin suami..
  5. Seorang Isteri yang selalu memenuhi keinginan suami dalam nafkah batin (kecuali dengan suatu alasan yang kuat terpaksa menolaknya)..
  6. Seorang Isteri yang selalu mendahulukan kepentingan suami dibanding urusan yang lain.Termasuk kepentingan orang tua sekalipun. (Terkecuali mendapat izin dari suami)..
  7. Seorang Isteri yang selalu menjaga kehormatan dirinya jika suami tidak ada di rumah..
  8. Seorang Isteri yang pandai menjaga harta suami (tidak boros) dan juga menjaga kehormatan suami baik saat ada ataupun sedang tidak di rumah.
  9. Seorang Isteri yang senantiasa berusaha mempercantik dirinya ketika berada depan suami..
  10. Seorang Isteri yang selalu menyenangkan hati suami dengan raut wajah yang tampak berseri.Murah senyum agar sang suami merasa tenteram hatinya..
  11. Seorang isteri yang tidak suka berdandan berlebihan agar tampak cantik oleh lelaki lain..


Ya ALLAH..
Bimbinglah kami para suami agar bisa membimbing istri kami, agar menjadi isteri yang demikian.. Dan bimbanglah kami para istri agar menjadi dambaan bagi suami.. menjadi isteri yang selalu ta'at kepada suami.. Yang pada akhirnya akan berbuah ridha-Mu..

Aamiin ya Rabbal'alamin

Selasa, 27 Mei 2014


8 Nasehat Umar bin Khattab Ra Tentang Kunci-Kunci Kemuliaan :

1. barangsiapa meninggalkan ucapan yang tidak perlu, maka dia akan diberi hikmah

2. barangsiapa meninggalkan penglihatan yang tidak perlu, maka dia akan diberi kekhusyu’kan dalam hati

3. barangsiapa meninggalkan makan yang berlebihan, maka dia diberi kenikmatan beribadah

4. barangsiapa meninggalkan tertawa yang berlebihan, maka dia akan diberi kewibawaan

5. barangsiapa meninggalkan humor, maka dia akan diberi kehormatan

6. barangsiapa meninggalkan cinta duniawi, maka dia akan diberi kecintaan kepada akhirat

7. barangsiapa meninggalkan perhatiannya kepada aib orang lain, maka dia akan diberi kemampuan untuk memperbaiki aibnya sendiri

8. barangsiapa meninggalkan penelitian tentang bagaimana wujud Allah, maka dia akan terhindar dari nifaq

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat. 

Aamiin ya Rabbal'alamin

Senin, 26 Mei 2014

Assalamualaikum wr. wb.


1. WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM

Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar”, ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku’.

Ibnul Qayyim rahimahullaah berkata: “Termasuk tipu daya syetan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam sholat”. Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.

2. TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SHOLAT

Sahabat Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam yaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancau”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah Subhaanahu wa ta’aala Akupun melakukan hal itu dan Allah Subhaanahu wa ta’aala menghilangkan gangguan itu dariku” (HR. Muslim)

3. LUPA JUMLAH ROKA’AT YANG TELAH DIKERJAKAN

Abu Hurairah radhiyallaah ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam telah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian sholat, syetan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

Abu Hurairah radhiyallaah ‘anhu berkata: “Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda, “Apabila dikumandangkan azan sholat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya: “Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!”, sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia sholat” (HR Bukhari)

5. TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT

Ibnul Qayyim berkata: “Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syetan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk,yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya”.

Tentu saja bila sholat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal mengerjakan solat, asal selesai, sudah!!!. Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah.

Pada zaman Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam ada orang sholat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena sholat yang telah ia kerjakan belum sah.

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda kepadanya: “Apabila kamu sholat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar ruku’ (thuma’ninah), lalu bangkitlah dari ruku’ sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu” (HR Bukhari dan Muslim)

6. MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. “Jangan bermain kerikil ketika sholat karena perbuatan tersebut berasal dari syetan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam”. Orang tersebut bertanya: “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam”, kata Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)

7. MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SHOLAT

Dengan sadar atau tidak, seseorang yang sedang sholat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syetan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syetan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallaah ‘anhaa, ia berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itu adalah curian syetan atas sholat seorang hamba”. (HR Bukhari)

8. MENGUAP DAN MENGANTUK

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda: “Menguap ketika sholat itu dari syetan. Karena itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin” (HR Thabrani).

Dalam riwayat lain Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda, “Adapun menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha… berarti syaitan tertawa dalam mulutnya” (HR Bukhari dan Muslim)

9. BERSIN BERULANG KALI SAAT SHOLAT

Syetan ingin mengganggu kekhusyukkan sholat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud: “Menguap dan bersin dalam sholat itu dari syetan” (Riwayat Thabrani).

Ibnu Hajar menguraikan pernyataan Ibnu Mas’ud radhiyallaah ‘anhu, “Bersin yang tidak disenangi Allah Subhaanahu wa ta’aala adalah yang terjadi dalam sholat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah Subhaanahu wa ta’aala. Hal itu tidak lain karena syetan memang ingin mengganggu sholat seseorang dengan berbagai cara”.

10. TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya” (HR Muslim).

Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syetan dalam solat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah Subhaanahu wa ta’aala dari gangguan-gangguan tersebut. Dan bagi yang merasakan gangguan tersebut, sebagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan godaan syetan yang terkutuk.

SUBHANALLAH...

Semoga ALLAH melindungi kita dari godaan syetan, dan mudah2n semua amalan shalat kita diterima oleh ALLAH SWT. Aamiin

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca postingan ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan status ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin
Assalamualaikum wr. wb.



Selamat sore sobat muslim, saya akan share tentang mengapa Ridho Suami itu Syurga Bagi Para Istri ?
Jawabannya sebagai berikut :
  1. Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
  2. Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa.Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
  3. Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu.Padahal dia tahu, di sisi ALLAH, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya.Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi ALLAH.
  4. Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri.Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi.padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar.namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
  5. Suami berusaha memahami bahasa diammu,bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja.Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.
  6. Bila engkau melakukan maksiat,maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya dan mendapatkan kebahagiaan yang sakinah, mawaddah dan rahmah serta menjadi penghuni surga yang mudah-mudahan bisa meraih surga firdaus dari pintu mana saja yang dikehendaki. Aamiin ya Rabbal'alamiin


Jumat, 23 Mei 2014

Assalamualaikum wr. wb.
Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.



Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

SubhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.

Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya dan menjadi penghuni surga yang mudah-mudahan bisa meraih surga firdaus dari pintu mana saja yang dikehendaki. Aamiin ya Rabbal'alamiin

Minggu, 18 Mei 2014

Assalamualaiukm wr. wb.


Pagi ini, saya akan share tentang dosa-dosa orang yang meninggalkan sholat fardhu

Shalat Subuh
Barang siapa satu kali meninggalkan sholat subuh, maka akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.

Shalat Dzuhur 
Barang siapa satu kali meninggalkan sholat Dzuhur, maka dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.

Shalat Ashar 
Barang siapa satu kali meninggalkan sholat ashar, maka dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.

Shalat Magrib 
Barang siapa satu kali meninggalkan sholat maghrib, maka dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.

Shalat Isya'
Barang siapa satu kali meninggalkan sholat isya', maka tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.

Apakah Anda mau mengklik "Suka" dan "Bagikan" sehingga semua orang dapat terpacu untuk shalat 5 waktu?

Semoga yang mengklik "Suka" dan "Bagikan" menjadi hamba Allah yang tidak pernah tingga shalat 5 waktu dan menjadi penghuni surga yang mudah-mudahan bisa meraih surga firdaus dari pintu mana saja yang dikehendaki. Aamiin ya Rabbal'alamiin.........

Semoga bermanfaat

Assalamualaikum
Selamat malam, kali ini saya akan share tentang bagaimana caranya agar hidup kita selalu bahagia dengan mudah. postingan ini saya kutip dari apa yang disampaikan Ust. Yusuf Manshur.



Allahumma ya ALLAH tanamkan di hati kami perasaan selalu rindu kepada-Mu, ingatkanlah selalu kami tentang dahsyatnya hari akhirat-Mu agar hamba tidak tertipu dengan kesenangan dunia sesaat ini, ya ALLAH, ya Tuhan kami, Penguasa hati kami, tetapkanlah hati kami dalam taqwa dan istiqomah agar tetap dijalan-Mu sampai akhir hayat nanti... Aamiin ya Rabbal'alamin — 

Semoga bermanfaat
background